Jamak Sholat Bagi Musafir.


Assalamualaikum wr wb

Shalawat dan salam pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita tetap berada dalam pancaran cahaya ilahi selalu, semoga habibana munzir dan keluarga dalm keadaan sehat walafiat.

Habibana yang kami hormati,
Sebetulnya alfaqir ini sedikit bingung masalah jamak shalat bagi musafir, karna jawaban yang hamba dapat agak berbeda, bagaimana aturan jamak sholat yang betul bib?

maksudnya begini,
1.kalau kita bepergian ke luar kota dalam waktu sehari semalam, berarti kita bisa jamak sholat kita.
2. kalau kita keluar kota nginep, kurang dari 3 hari boleh jamak, terhitung dari hari kita pergi sampai hari kita pulang.
3. kalau lebih dari 3 hari dan kita tahu kapan tanggal / hari pulangnya pasti, gak boleh jamak
4. kalau kita musafir dan ndak tahu kapan kita pulangnya, bisa jamak 18 hari.

Betulkah semua itu bib? hamba sedikit bingung takut salah, mohon habib koreksi.
Jadi misalnya kita pas di luar negri trus rencana pulang ke indo kan pasti ada tiket pulang pergi yang pasti tanggalnya , apa berartio dari hari pertama kita di indo undah gak boleh jamak seperti aturan nomor 3, betulkah?

mohon bantuan habib dalam menjelaskannya, terima kasih sebelumnya

Wassalamualaikum wr wb

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jawaban :

Walaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kebahagiaan dan kesejukan hati semoga selalu menaungi hari hari anda

saudariku yg kumuliakan,

kita boleh jamak shalat kita tanpa qashar, jika kita sudah keluar wilayah kita, jika di jakarta misalnya dia ke bekasi, atau sebaliknya, maka boleh jamak, walaupun misalnya kebetulan rumahnya hanya beberapa meter dari batas wilayah, ia tetap sudah boleh jamak, namun tanpa qashar.

dan kita masih terus diperbolehkan jamak selama tidak niat tinggal lebih dari 4 hari di kota tujuan, 4 hari terhitung selain hari datang dan hari pulang.

misalnya anda dari kota A ke kota B, sampai di kota B anda niat tinggal 4 hari (6 hari dengan hari datang dan hari pergi), maka anda sudah tak boleh jamak sejak mulai masuk wilayah kota itu.

namun jika anda niat cuma 2 hari saja, (4 hari dengan hari datang dan hari pulang), maka anda boleh jamak.

sebaliknya jika anda niat 4 hari saja (6 hari) lalu ada halangan hingga anda terpaksa memperpanjang tinggal di kota itu tanpa direncanakan, maka anda tetap boleh jamak, lalu anda tertunda lagi 3 hari setelah 4 hari, maka anda tetap boleh jamak, lalu tertunda lagi, lagi, dan lagi, sebagian ulama membolehkannya hingga 6 bulan
syaratnya asal jangan anda niat duduk 4 hari (6 hari).

sebaliknya jika anda niat duduk 4 hari (6 hari) lalu anda ternyata cuma setengah hari saja, anda tetap tak boleh jamak, karena sudah niat duduk 4 hari (6 hari).

ini adalah Jamak.

mengenai Qashar sholat fardhu, yaitu meringkas shalat dhuhur, asar dan isya dari 4 rakaat menjadi 2 rakaat, maka hal ini disyaratkan jarak tempuh minimal 82km.

jamak boleh sekaligus qashar, namun jamak tak mesti dengan qashar.

anda boleh jamak saja, atau Qashar saja tanpa jamak, atau keduanya.

misalnya anda sudah niat safar lebih dari 82km, maka anda sudah boleh qashar walau baru keluar batas wilayah.

anda boleh shalat asar misalnya qashar, (rakaat) tanpa menjamaknya, hal itu boleh saja.

Demikian saudarku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam,Wassalam.

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid&func=view&catid=7&id=15215#15215

Niat Shalat Qashar Jama’ dan Qadha


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadhirat Allah SWT, Sholawat dan Salam selalu tercurahkan kaharibaan Junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW keluarga dan para pengikutnya.

Yaa Habib.. Ana ingin bertanya :
1. Bagaimana niat shalat qashar jama’ Taqdim dan Ta’khir ? baik dari Dzuhur ke Ashar
atau sebaliknya dari Ashar ke Dzuhur
2. Bagaimana niat shalat qadha? misal; shalat Maghrib dan Isya’; dan dikerjakan diwaktu
Isya’ atau Maghrib? ( misalnya shalat Isya’ terlebih dahulu kemudian niat shalat
Qadha Maghrib)

Mohon jawabannya Yaa Habib dan Syukron atas Jawabannya.

Semoga Allah SWT MERIDHOI kita semua Aamiin

Wassalamu’alaikum

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jawaban :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Ushalli fardhu (ddhuhri/l’ashri/lmaghribi/l’isya’i) Jam’an, Taqdiiman (atau Ta’khiiran) lillahi ta’ala
aku niat shalat fardhu dhuhur /asar/magrib/isya jamak taqdim (digabungkan dan didahulukan / diakhirkan dari waktunya), karena Allah ta’ala

2. Ushalli fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (tidak ada Qashr untuk shalat maghrib) Taqdiiman (atau Ta’khiiran) Qashran lillahi ta’ala
“aku niat shalat fardhu dhuhur /asar /isya jamak taqdim (digabungkan dan didahulukan dari waktunya/ diakhirkan waktunya), karena Allah ta’ala

Niat shalat dalam perjalanan dengan Qashar tanpa jamak :
Ushalli fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (tidak ada Qashr untuk shalat maghrib) Qashran lillahi ta’ala.
Aku niat shalat fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (diringkas dari 4 rakaat menjadi dua rakaat /qashran dan tak ada qashran untuk subuh dan magrib)

Yaitu Qashar tanpa jamak, ia shalat dhuhur atau asar atau isya tetap pada waktunya, tidak dijamak, namun ia meng Qasharnya, hal ini boleh, karena Jamak tidak mesti Qashar, dan Qashar tak harus jamak.

3. Tentunya syaratnya adalah perjalanan lebih dari marhalatain (82km) bagi Qashar atau Jamak Qashar, dan perjalanannya bukan perjalanan maksiat, atau makruh, perjalanan untuk maksiat telah jelas, perjalanan untuk hal yg makruh misalnya menjual kafan atau peti mati, hal ini makruh, atau perjalanan demi membeli / menjual barang barang makruh, atau perjalanan makruh lainnya.

Dan perjalanan keluar dari wilayahnya sudah boleh jamak, tanpa qashar.

namun lafadh itu tadi sunnah hukumnya dan bukan merupakan rukun shalat, yg wajib ada adalah niatnya walau dalam hati.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt selalu,

Wallahu a’lam

(tanpa judul)


Assalamua’laikum WR.WB

Habib, saya mau menanyakan beberapa masalah, namun pertanyaan 2 saya nanti mungkin sudah pernah ditanyakan. Untuk itu,saya mohon maaf krn habib harus mengulang menjawabnya.

1. Habib, apakah beda pengertian dari menjamak, mengqashar dan mengqada salat ?mohon dijelaskan perbedaannya (apabila berbeda) ?

2. Habib, ada contoh seperti ini : saya sedang dalam acara jalan-jalan bersama rombongan, ketika masuk waktu dzuhur saya menjamak salat ashar saya di waktu dzuhur dgn alasan agar ketika waktu ashar tiba saya tidak repot mencari mesjid untuk salat ashar. atau dgn alasan ketika masuk waktu ashar dan saat itu saya berada dijalan tol saya gak perlu lagi berhenti di jalur peristirahatan yg ada disepanjang tol dan terdapat tempat u/ salat. Bolehkah hal ini saya dilakukan ?

Sekian pertanyaan dari saya. Mohon maaf atas segala kekhilafan dan semoga Habib dan keluarga senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat . Terima Kasih

Wassalamua’laikum WR. WB

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jawaban Habibana Munzir :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya kebahagiaan semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudariku yg kumuliakan,
meng Qadha berarti membayar shalat yg telah ditinggalkan secara sengaja atau tidak sengaja.
menjamak, adalah menggabung shalat dhuhur dg asar, atau Magrib dg Isya
Demikian saudaraku yg kumuliakan,

meng Qashar adalah menyingkat shalat yg berjumlah 4 rakaat (Dhuhur, Asar dan isya) masing masing menjadi dua rakaat, ini dikhususkan untuk perjalanan yg lebih dari marhalatain (dua marhalah) yaitu 82km.

Jamak adalah untuk dalam perjalanan, namun tak boleh Qashar bila kurang dari 82km.

bila saudari ke Bandung (misalnya dari Jakarta), maka saudari boleh pilih, mau Jamak saja, atau Qashar saja, atau Jamak Qashar pun boleh.

misalnya saudari berangkat dari jakarta jam 10 pagi, beristirahat di Cianjur pk 14.00wib, nah.. saudari boleh :
1. menggabung dhuhur dan asar sekaligus saat itu

2. menggabung dhuhur dan ashar dilakukan saat itu dan masing masing disingkat menjadi dua rakaat saja. jadi shalat dhuhurnya dua rakaat, lalu shalat asarnya dua rakaat.

3. menyingkat shalat dhuhur menjadi dua rakaat, dan tak mengerjakan shalat asar disaat itu, tapi nanti saja kalau sudah dibandung.

nah.. saudari boleh pilih 3 diantara diatas, atau shalat dhuhur seperti biasa pun boleh.

mengenai pertanyaan nomer dua itu boleh, karena itulah yg dimaksud Jamak dan Jamak Qashar, cuma bedanya kalau Jamak adalah untuk mereka yg dalam perjjalanan dekat atau jauh, namun kalau qashar adalah mesti perjalanan lebih dari 82km.

Jamak tak mesti qashar, dan Qashar tak mesti jamak.

demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

Kategori:Islam Tag:

Kesimpulan Qadha,Qashar & Jamak Sholat.


Bib, kalau boleh saya simpulkan seperti ini :

1. Dalam perjalanan (safar) tidak ada batas waktu (lamanya hari perjalanan) minimal untuk bolehnya melakukan jamak shalat, jadi selama dia dalam perjalanan boleh-boleh saja melakukan jamak shalat.

2. Sedangkan batas maksimalnya adalah 4 hari selain hari kedatangan dan hari kepulangan (total adalah 6 hari). Yang terhitung sejak diniatkannya berapa lama ia akan tinggal (selama melakukan safar tersebut) diawal perjalanannya.

Jika sejak awal sudah berniat untuk tinggal lebih dari (total) 6 hari tersebut maka, tidak boleh bagi dirinya menjamak shalat sejak awal kedatangannya.

Jika dalam perjalanannya dia berniat untuk melakukannya selama batas diperbolehkannya jamak (4 hari), kemudian setelah waktu tersebut berjalan ada sesuatu hal yang menyebabkan dia harus tinggal lebih lama, dan dia meniatkan kembali sepanjang waktu diperbolehkannya jamak (4 hari), maka tetap baginya kebolehan menjamak shalat. Demikian seterusnya sampai dengan batas waktu maksimal 6 bulan dan dia tidak meniatkan lebih dari 4 hari tersebut.

Mohon diperbaiki kalau kesimpulan ana salah bib.
Wassalamu’alaikum ya habibana

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jawaban Habibana Munzir :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
1. Betul, dengan syarat niat safar nya bukan safar maksiat, dan ia mempunyai tujuan, maka bila ia menadakan perjalanan untuk bermaksiat maka haram ia melakukan jamak dan atau Qashar.
Juga bila ia tak punya tujuan, safar begitu saja entah kemana dan entah kapan pulangnya, maka ia tak diperkenankan jamak dan atau qashar.

Dan juga mesti dibedakan antara Safar ’Aashiy bissafar dengan Aashiy fissafar, yaitu beda antara Aashiy bissafar maka ia tak boleh jamak sebagaimana dijelaskan diatas, namun beda dengan ‘Aashiy fissafar, maka ini boleh Jamak dan atau Qashar.

’Aashiy bissafar adalah safar untuk bermaksiat, misalnya untuk mencuri, membunuh, atau niat maksiat lainnya walaupun kemudian niatnya urung, namun selama ia mengadakan safar dg niat itu maka ia tak boleh Jamak dan atau qashar

‘Aashiy fissafar adalah Niat safar bukan untuk maksiat, namun ia bermaksiat didalam perjalanannya, misalnya ia niat silaturahmi pada ayah ibunya di kampung, namun diperjalanan ia mencuri, mencaci, mendholimi orang dlsb, ia TETAP boleh Jamak dan atau Qashar, ia berdosa namun jamaknya dan atau qashar nya sah,

2. bila niatnya berubah saat dalam perjalanan atau saat ketibaan ditujuan maka niatnya sah, misalnya ia niat hanya 4 hari di Bandung (maka boleh jamak dan atau qashar) namun ketika sampai di Bandung baru saja satuhari ia merubah niatnya menjadi satu bulan tinggal di bandung, maka saat ia niatkan itulah habis masa Jamak dan atau qasharnya, karena ia telah merubah niat untuk batas kebolehan melakukan jamak dan atau qasharnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt selalu,

Masalah ini memang cukup rumit, namun bila sudah difahami maka akan sangat mudah, namun untuk memahaminya pertama kali memang cukup sulit.

Wallahu a’lam
Wassalamualaikum wrahmatullahi wabarakatuh.

Berhati2lah sdr/i ku


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh……

Sahabat semua.. ada sedikit informasi yang ana dpt dari sahabat untuk sahabat smua..

Hati-hati !!!!!!!!!!! mulai skarang jangan pernah menuliskan kata2 yang 6 huruf yaitu I5Ra3L di wall atau di note anda DENGAN LENGKAP atau DENGAN HURUF SEBENARNYA

KARENA…….:::::::

Secara otomatis anda akan langsung masuk ke groupnya disini

((( .KLIK )))

coba lihat sudah bnyak tmn kita yg masuk group itu.

Ana sengaja nulis dgn huruf itu karna jika huruf2 yang ana tulis benar kita otomatis sudah tergabung dgn group mereka.. ALLAHUAKBAR Semoga ALLAH slalu melindungi kita dan mmberikan petunjuk-Nya pada kita smua.. Amiin..

MASYA ALLAH… SAIA TERNYATA MASUK DALAM LINK ITU .. MOHON .. YANG BELUM .. JANGAN TULIS NAMA I5Ra3L DENGAN HURUF BIASA .. PAKAI KODEE ….!! JANGAN SEPERTI SAIA … TERNYATA OTOMATIS UDAH MASUUUUUUUUUKK … NYESSAAAAALLLLLLL >__<

sumber:http://www.facebook.com/notes/mega-muslimah/info-penting/400716300431

Doa untuk Palestina.

Juni 4, 2010 1 komentar

Assalamualaikum… Sabda Nabi Saw ‘Belum sempurna iman seorang Muslim sebelum ia mencintai saudara Muslimnya seperti mencintai dirinya’. Maka keperdulian terhadap sesama Muslim dimana saja berada merupakan bentuk iman, Namun,jangan tertipu dengan media massa, mereka selalu sering mengecoh muslimin untuk mengalihkan perhatian, harta, pembenahan ummat yg sedang dilakukan di wilayah mereka, teralihkan ke wilayah yg jauh sehingga mereka lupa wilayahnya sendiri, Palestina adalah suatu negeri yg sebagiannya muslimin dan selalu menjadi teror yahudi secara frontal, namun jangan lupa negeri kita sendiri sedang diteror habis2an jauh lebih dahsyat dari palestina, namun tidak terlihat, Masyarakat muslimin sering terkecoh dg media, media berbicara soal aliran sesat maka semua mereka konsentrasi pada aliran sesat, padahal gereja setiap hari terus dibangun, puluhan gereja bertambah setiap tahunnya di Jakarta, ribuan pemuda terjebak narkoba dan masa depan yg suram, ribuan wanita terus terjebak perzinahan dan aborsi hingga semakin banyaknya anak haram di Bumi ini, gerakan pemurtadan di ibukota sangat dahsyat, sampai ke pelosok pelosok negeri ini yg terjauh,mereka lupa dg itu semua, mereka terus mengikuti apa saja yg disuguhkan di media massa. Saudara saudara kita di Palestina dalam musibah, mestilah kita doakan mereka dan tak selayaknya kita diam maka berusahalah semampunya walau hanya dengan doa , namun keadaan negeri kita lebih parah dan terancam kehancuran, kehancuran akhlak, kehancuran ekonomi, kehancuran akidah, kehancuran generasi mendatang, dan layaknya kita jangan terjebak dg terpecahnya konsentrasi, lihatlah ratusan caleg yg setiap dari mereka mengeluarkan uang sangat banyak demi pilkada, lihatlah puluhan parpol menghamburkan trilyunan rupiah, tujuan mereka satu, “ingin berkuasa”, itu saja tujuannya, duhai…, bukankah mereka calon pemimpin negeri ini..?, bagaimana sang para calon memimpin ini akan membawa kedamaian, kalau cara mereka memperebutkan kursi kekuasaan sudah menghamburkan trilyunan rupiah tanpa perduli pada muslimin yg lapar dan murtad sebab sebungkus indomi… saudara2ku kita berdoa untuk Palestina semoga diberikan pertolongan oleh Allah swt, demikian juga khususnya bangsa kita, dan kita terus berusaha membenahi saudara saudara kita yg terdekat terlebih dahulu, dengan harta, pemikiran dan nyawa… اللهم أَعِزَّ الإسلامَ و المسلمين , اللهم أَذِلََّ الشِركَ و المُشرِكِين , أللهم انْصُرْ اخوانَنَا المسلمين و المجاهدين و المُسْتَضْعَفِين , فى فلسطين و فى لُبْنَان و فى العراق وفى كل مكان و فى كل زمان. ” ‘Ya Allah! Muliakan Islam dan orang islam. Ya Allah! Hinakan Syirik dan musyrikin. Ya Allah! Tolonglah saudara-saudara kami yang muslim dan mujahidin dan golongan-golongan lemah, di Palestine, di Lubnan, di Iraq dan di semua tempat dan di semua masa.’ salam perjuangan saudaraku..!! Wallahu a’lam,Wassalam.

Mengapa Wanita mudah menangis…???

Juni 2, 2010 1 komentar

Assalamualaikum…

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Mengapa Wanita Mudah Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan”. (Zuriati Ibrahim)

Allahu a’lam
Wassalamualaikum.

Kategori:Islam Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,