Beranda > Islam > Sholat Tasbih

Sholat Tasbih


Assalamualaykum…

Shalat tasbîh

Penamaan shalat tasbîh di karenakan sangat banyaknya bacaaan tasbîh di dalamnya. Shalat tasbîh merupakan salah satu ritual shalat yang dilakukan oleh nabi Muhammad sebagaimana yang di ajarkan pada paman beliau yakni sahabat ‘Abbas bin abdul Mutthalib ra., shalat tasbîh di anjurkan untuk dilaksanakan pada setiap malam dan apabila tidak mampu maka hendaknya dilakukan seminggu sekali, dapat juga di lakukan sebulan atau setahun sekali, dan apabila masih belum bisa juga maka setidak-tidaknya sekali seumur hidup.

Tendensi hukum disunnatkannya melakukan shalat tasbîh diantaranya adalah hadist yang terdapat pada kitab sunan Abi Dawud yang diceritakan oleh Abbdurrahman Ibnu Basar Ibnu Hakam, dalam hadist tersebut Nabi berkata pada pamannya yaitu Al abbas, bahwa beliau akan memberikan sesuatu kepadanya, yang mana apabila sesuatu tersebut ia (Al abbas) kerjakan maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah ia lakukan baik disengaja atau tidak, dilakukan secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, dosa yang telah lewat atau yang baru dikerjakan. sesuatu tersebut adalah shalat empat raka’at yang didalamnya terdapat bacaan tasbîh , yang akhirnya lebih dikenal dengan shalat tasbîh .

Lafaz niatnya ‘Usholli sunnattat Tasbih rak’ataini/arba’a rak’ataini lillahi ta’ala’ .. ‘Aku niat sholat Tasbih dua rakaat/empat rakaat karena Allah Ta’ala’.

Tehnis Pelaksanaan Shalat Tasbîh

Berikhtilaf para ulama akan waktu shalat tasbih yg afdhal, namun tentunya shalat tasbih diperbolehkan disegala waktu selain waktu yg terlarang utk shalat sunnah, dan mengenai waktu yg afdhal para fuqaha kita dari kalangan syafii menentukannya diwaktu antara magrib dan Isya,

Caranya adalah 4 rakaat dg dua salam, dan saat selepas Takbiratul Ihram maka membaca subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu Akbar 10X, lalu fatihah, lalu surat, lalu membaca bacaan itu lagi 15X, lalu ruku dan membaca lagi 10X, lalu I;tidal membacanya lagi 10X, lalu sujud membacanya lagi 10X, lalu duduk antara dua sujud dg membacanya lagi 10X, lalu sujud dg membacanya lagi 10X,

lalu berdiri dan berbuat seperti tadi yaitu 10X sebelum fatihah dan 15 X setelah surat, demikian sebagaimana diatas, sampai 4 rakaat, hingga jumlah bacaannya 300X, yaitu 75X setiap rakaat, demikian diajarkan Rasul saw dalam haditsnya yg diriwayatkan oleh Imam Baihaqiy, Imam Ibn Majah dll,

ATAU…

Shalat tasbîh dikerjakan sebanyak empat raka’at, boleh dikerjakan dengan satu salam atau dua salam (tiap 2 raka’at 1 salam) namun yang utama apabila dikerjakan pada siang hari hendaknya dilakukan empat raka’at dengan satu kali salam, sedangkan apabila di kerjakan saat malam hari maka empat raka’at tadi di jadikan dua salam. Kalau di jumlah total bacaan tasbîh yang dibaca dalam empat raka’at shalat tasbîh sebanyak 300. dengan perincian sebagai berikut.

a) Setelah membaca Al Fâtihah dan surat, ……….…..15 kali.
b) Pada saat rukû’ setelah membaca do’a rukû’………10 kali.
c) Pada saat I’tidâl setelah membaca do’a I’tidâl, ……10 kali.
d) Sujud pertama setelah membaca do’a sujud ………10 kali.
e) Setelah membaca do’a duduk diantara dua sujud…10 kali.
f) Sujud kedua setelah membaca do’a sujud…………10 kali.
g) Bangun dari sujud yang kedua, setelah melaksanakan duduk istirohah…………………………………….10 kali.
h) Jumlah dan tempat bacaan tasbîh pada raka’at ke 2, 3, 4 sama persis dengan raka’at pertama, hanya saja pada raka’at ke 2, dan ke 4, bacaan tasbîh setelah bangun dari sujud yang kedua dibaca pada saat duduk tasyahud dan tempat membacanya boleh diletakkan setelah do’a tasyahud atau sebelumnya.

Berikut ini adalah bacaan tasbîh yang di baca pada shalat tasbîh :

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلّهِ وَلَاأِلهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعََلِيِّ الْعَظِيْمِ

Artinya ‘Maha Suci Allah,Segala puji bagi Allah,Tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar,tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung’.

Apabila lupa tidak membaca tasbîh pada salah satu rukun, maka bacaan tasbîh yang ditinggalkan tersebut dibaca pada saat waktu rukû’, sujud atau berdiri .

Wallahu a’lam,Wassalam.

Kategori:Islam Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: