Beranda > Islam > Shalat Dhuha dan Tahajud

Shalat Dhuha dan Tahajud


Assalamualaikum…

Shalat Dhuha

Shalat Dluha adalah shalat yang dikerjakan pada saat naiknya matahari setinggi tombak sampai waktu zawal (menjelang shalat dzuhur). waktu dhuha yg terbaik adalah pertengahan waktu antara adzan subuh dan adzan dhuhur, jika subuhnya jam 4.00 dan dhuhur jam 12.00 maka waktu dhuha yg terbaik adalah jam 8.00.

Jumlah raka’atnya minimal dua raka’at, boleh empat raka’at dan paling utama delapan raka’at. Pada raka’at pertama disunnatkan membaca surat Wassamsyi ( والشمس ) sedang pada raka’at kedua surat Wadl-Dluha ( والضحى ) untuk raka’at berikutnya, setiap raka’at pertama membaca surat al-kâfirûn (الكافرون) sedang pada raka’at kedua surat al-Ihlash (لإخلاص)
Adapun niatnya sebagai berikut :
اُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى َركْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالىَ

Sedangkan Do’a setelah selesai shalat dluha adalah:
اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُك وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُك وَالْجَمَالَ جَمَالُك وَالْقُوَّةَ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك وَعِصْمَتِكَ . اللَّهُمَّ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَك الصَّالِحِينَ

Artinya : Wahai Allah,sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha Engkau,keindahan adalah keindahan Engkau,kebagusan adalah kebagusan Engkau,kekuatan adalah kekuatan Engkau,kekuasaan adalah kekuasaan Engkau,perlindungan adalah perlindungan Engkau. Wahai Allah,jika rezekiku masih dilangit maka turunkanlah,jika didalam bumi maka keluarkanlah,jika sulit maka mudahkanlah,jika haram maka sucikanlah,jika jauh maka dekatkanlah. Berkat dhuha Engkau,keindahan Engkau,kebagusan Engkau,kekuatan Engkau,kekuasaan Engkau maka berikanlah aku apa saja yang telah Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang sholeh’.

Lakukanlah shalat dhuha 4 rakaat jika tertinggal atau tak sempat maka qadha diwaktu lainnya, jika malas/lelah berdiri maka lakukanlah dengan duduk. jangan tinggalkan shalat dhuha, ia membuka keberkahan rizki.

Shalat Tahajjud

Shalat tahajjud adalah shalat sunnat pada malam hari yang dikerjakan setelah tidur. Jumlah raka’atnya minimal dua raka’at dan maksimal tidak terbatas.

Waktunya mulai setelah mengerjakan shalat isya’ sampai terbit fajar, namun dikerjakan tengah malam lebih utama, dan mengerjakan shalat tahajjud di rumah lebih utama daripada di masjid. Bagi orang yang akan mengerjakan shalat tahajjud disunnatkan tidur qailulah (tidur pada waktu siang hari sebelum zawal)
Adapun niat shalat tahajjud sebagai berikut :
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالى

Dari Ibnu ‘Abbas ra., Ketika Nabi saw. bangun pada malam hari seraya menunaikan shalat malam (Tahajjud), maka beliau mengucapkan do’a berikut ;

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ
السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ

“Wahai Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau yang menyinari langit dan bumi dan apapun yang ada padanya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang berwenang mengatur langit dan bumi dan apapun yang ada padanya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu, firman-Mu, pertemuan dengan-Mu, surga, neraka, Hari Kiamat, Nabi-Nabi dan Muhammad adalan benar. Wahai Allah, kepada-Mu aku menyerah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku percaya, kepada-Mu aku kembali, dengan (pemberian bukti-Mu aku berbantah, kepada-Mu aku mengajukan keputusan. Maka ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, dosa yang aku sembunyikan dan yang aku perlihatkan. Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan tiada Tuhan melainkan Engkau”.

Allahu a’lam
Wassalamualaykum.

Kategori:Islam Tag:, , ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: