Beranda > Islam > Kesimpulan Qadha,Qashar & Jamak Sholat.

Kesimpulan Qadha,Qashar & Jamak Sholat.


Bib, kalau boleh saya simpulkan seperti ini :

1. Dalam perjalanan (safar) tidak ada batas waktu (lamanya hari perjalanan) minimal untuk bolehnya melakukan jamak shalat, jadi selama dia dalam perjalanan boleh-boleh saja melakukan jamak shalat.

2. Sedangkan batas maksimalnya adalah 4 hari selain hari kedatangan dan hari kepulangan (total adalah 6 hari). Yang terhitung sejak diniatkannya berapa lama ia akan tinggal (selama melakukan safar tersebut) diawal perjalanannya.

Jika sejak awal sudah berniat untuk tinggal lebih dari (total) 6 hari tersebut maka, tidak boleh bagi dirinya menjamak shalat sejak awal kedatangannya.

Jika dalam perjalanannya dia berniat untuk melakukannya selama batas diperbolehkannya jamak (4 hari), kemudian setelah waktu tersebut berjalan ada sesuatu hal yang menyebabkan dia harus tinggal lebih lama, dan dia meniatkan kembali sepanjang waktu diperbolehkannya jamak (4 hari), maka tetap baginya kebolehan menjamak shalat. Demikian seterusnya sampai dengan batas waktu maksimal 6 bulan dan dia tidak meniatkan lebih dari 4 hari tersebut.

Mohon diperbaiki kalau kesimpulan ana salah bib.
Wassalamu’alaikum ya habibana

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jawaban Habibana Munzir :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
1. Betul, dengan syarat niat safar nya bukan safar maksiat, dan ia mempunyai tujuan, maka bila ia menadakan perjalanan untuk bermaksiat maka haram ia melakukan jamak dan atau Qashar.
Juga bila ia tak punya tujuan, safar begitu saja entah kemana dan entah kapan pulangnya, maka ia tak diperkenankan jamak dan atau qashar.

Dan juga mesti dibedakan antara Safar ’Aashiy bissafar dengan Aashiy fissafar, yaitu beda antara Aashiy bissafar maka ia tak boleh jamak sebagaimana dijelaskan diatas, namun beda dengan ‘Aashiy fissafar, maka ini boleh Jamak dan atau Qashar.

’Aashiy bissafar adalah safar untuk bermaksiat, misalnya untuk mencuri, membunuh, atau niat maksiat lainnya walaupun kemudian niatnya urung, namun selama ia mengadakan safar dg niat itu maka ia tak boleh Jamak dan atau qashar

‘Aashiy fissafar adalah Niat safar bukan untuk maksiat, namun ia bermaksiat didalam perjalanannya, misalnya ia niat silaturahmi pada ayah ibunya di kampung, namun diperjalanan ia mencuri, mencaci, mendholimi orang dlsb, ia TETAP boleh Jamak dan atau Qashar, ia berdosa namun jamaknya dan atau qashar nya sah,

2. bila niatnya berubah saat dalam perjalanan atau saat ketibaan ditujuan maka niatnya sah, misalnya ia niat hanya 4 hari di Bandung (maka boleh jamak dan atau qashar) namun ketika sampai di Bandung baru saja satuhari ia merubah niatnya menjadi satu bulan tinggal di bandung, maka saat ia niatkan itulah habis masa Jamak dan atau qasharnya, karena ia telah merubah niat untuk batas kebolehan melakukan jamak dan atau qasharnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt selalu,

Masalah ini memang cukup rumit, namun bila sudah difahami maka akan sangat mudah, namun untuk memahaminya pertama kali memang cukup sulit.

Wallahu a’lam
Wassalamualaikum wrahmatullahi wabarakatuh.

About these ads
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: